








Gunung Patuha yang oleh masyarakat Ciwidey dianggap gunung yang tertua (ada juga yang menyebutnya dengan nama Gunung SEPUH). Menurut legenda Patuha atau Pak Tua (Sesepuh) bertahta dengan megahnya hingga kini yang secara kebetulan hutannya tidak terganggu oleh tangan-tangan usil hingga keadaanya tetap sejuk dan menjadi pendingin suasana di lingkungan sekitarnya.
Atas dasar beberapa keterangan, gunung patuha di abad kesepuluh pernah meletus menyebabkan adanya kawah (Creater) yang mengiring disebelah puncak bagian barat.
Kemudian pada abad XIII kawah disebelah kirinya meletus pula yang membentuk danau yang indah.
Tahun 1783, Seorang Belanda bernama Peter Younghun mengadakan perjalanan kedaerah Bandung Selatan, ketika sampai dikawasan tersebut sangat sunyi dan sepi, tak seekor binatangpun yang terlihat melintasi daerah itu. Peter pun kemudian menanyakan masalah tersebut kepada masyarakat setempat dan menurut masyarakat kawasan gunung patuha sangat angker, tempat bersemayamnya arwah para leluhur serta merupakan kerajaan bangsa JIN, karenanya bila ada burung yang lancang berani terbang dikawasan itu akan jatuh dan mati, meskipun demikian orang belanda tidak percaya dengan ucapan masyarakat. Ia kemudian menembus hutan belantara digunung itu untuk membuktikan kejadian apa yang sebenarnya terjadi dikawasan tersebut. Namun sebelum sampai ke puncak gunung. Peter Younghun tertegun menyaksikan pesona alam yang begitu indah, dihadapannya terhampar sebuah danau yang cukup luas dengan air berwarna kebiru-biruan. Dari danau itu keluar semburan larva serta bau belerang.
Dan dari sinilah asal mulanya berdiri Pabrik BELERANG di Kawah Putih dengan sebutan jaman Belanda Zwevel Ontgining kawah putih. Dijaman jepang usaha dilanjutkan dengan menggunakan sebutan Kawah Putih Kezanka Yokoya Ciwidey, dan langsung berada dipengawasan militer.
Peter Younghun kini sudah lama tiada, namun penemuannya masih tetap anggun mempesona dan tempat tersebut dikenal dengan nama KAWAH PUTIH. Alam pemandangan disekitar tempat tersebut cukup indah, air danau berwarna kebiru-biruan, sangat kontras dengan batu kapur yang mengitari danau tersebut. Disebelah utara danau berdiri tegak tebing batu kapur yang berwarna kelabu ditumbuhi lumut dan berbagai tumbuhan kecil lainnya.
Cerita dan misteri tentang Kawah Putih terus berkembang dari satu generasi kegenerasi masyarakat sekitar tersebut, mereka hingga kini masih percaya bahwa kawah putih merupakan tempat perkumpulan leluhur. Bahkan menurut kuncen Abah Kurna, dikawah putih terdapat makam leluhur, diantaranya : Eyang Jaga Satru, Eyang Rangsa sadana, eyang Camat, Eyang Ngabai, Eyang Barabak, Eyang baskom, Eyang Jambrong.
Salah satu puncak Gunung Patuha, Puncak Kapuk merupakan tempat rapat-rapat para leluhur dipimpin oleh eyang Jaga Satru dan konon banyak domba yang berbulu Putih (Domba Lukutan).
catatan : Kisah Legenda yang tersiar didaerah sekitar adalah bagian dari peninggalan dan sebagai Budaya. Ingat jangan sampai kita berbuat SYIRIK dan KHURAFAT.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar